1lBn3oUcMXadgYplTY9quoFOh2yQQsKaYuogpOlq

Sering Marah ke Anak? Simak Tips Berikut

Desain Ruang - Bagaimana cara mengatasi sering marah ke anak? Ikuti beberapa telusuran kami dan tips untuk parenting yang tepat. Kamu sebagai orang tua bisa mengendalikan emosi, salah satunya mengingat betapa lucu sebenarnya tingkah dan laku anak tersebut

Seluruh orang tua inginkan jadi ibu yang tenang dan rileks dalam hadapi tingkah dan polah beberapa anak, tapi kadang amarah ada secara spontan tiba-tiba begitu saja. Bahkan juga kadang cuman terpicu karena permasalahan yang sejatinya hanya remeh.

Kemungkinan kamu mengalami hari yang susah, banyak permasalahan pada tempat kerja, saat pulang menyaksikan rumah amburadul, beberapa anak pada ribut, tidak nurut saat diminta, dan permasalahan yang lain.

kamu berpikir untuk meredam marah serta geram, tidak bawa permasalahan di luar ke dalam rumah, tetapi kadang amarah melaju tanpa termonitor. Mendadak memarahi beberapa anak tanpa argumen yang pasti sehingga anak-anak jadi bahan luapan kamu.


Kenapa Mesti Marah ke Anak?

Hal tersebut benar-benar lumrah, kadang rasa capek di kepala membuat kemarahan tidak terkontrol dan termonitor. Umumnya itu muncul karena depresi, terlampau capek, banyak pekerjaan, banyak pemikiran, atau melihat suasana rumah yang sama sekali tidak teratur, dan yang lain.

Emosi ialah sebuah anugrah, tapi perlu kamu kontrol supaya kita dapat mengatur secara baik dam tidak menjadi bencana bagi anak kita. Mengatur emosi penting, khususnya saat tengah hadapi beberapa anak yang tingkah lakunya memang demikian. Apa yang kerap orang tua kerjakan umumnya akan anak tiru. Bila kamu kerap geram-marah karenanya akan menyebar ke beberapa anak kamu, loh, jadi usahakan tidak melakukannya di depan anak.


Agar Orang Tua Tidak Marah ke Anak

Sering Marah ke Anak Simak Tips Berikut
Sering Marah ke Anak Simak Tips Berikut

Berikut sejumlah panduan supaya kamu dapat mengatur emosi saat hadapi tingkah beberapa anak. Dengan membaca panduan ini kamu akan tahu bagaimanakah cara mengatur kemarahan saat hadapi beberapa anak kamu di dalam rumah.


1. Aturan yang jelas untuk anak

Sederhana, tetapi jarang-jarang yang mempraktikkan sistem yang ini. Tentukan aturan serta ketentuan yang pasti untuk beberapa anak kamu di rumah, lebih bagus bila ketentuan itu tercatat di kertas dan orang tua tempel pada dinding rumah atau kulkas supaya mudah anak lihat.

Bila beberapa anak menyalahi atau mungkin tidak taat dengan ketentuan aturan itu, cabut satu hak spesial darinya, hal itu menjadi hukuman supaya anak banyak belajar. Misalnya, bila tidak ingin tidur siang, karena itu jangan boleh mainan smartphone sepanjang hari. Orang tua harus juga berlaku tegas, walau anak nangis, tidak boleh memberi HP sesuai ketentuan aturan yang sudah kamu buat sebelumnya. 

Saat kamu kalah dari tangisan, kamu akan dipandang tidak stabil pada ketentuan, dan beberapa anak akan kerap menyalahinya bahkan secara sengaja.


2. Pilih menyingkir saat emosi

Saat kamu berasa mulai kecewa dan emosi, jauhi diri kamu dari beberapa anak di sekitar. Kamu bisa melipir begitu saja ke kamar, duduk menyendiri atau tiduran untuk menahan kemarahan yang tengah orang tua rasakan. Jika berasa kecewa dan masih tetap ingin geram-marah, coba bersihkan muka kamu, serta kalau kamu seorang muslim, cobalah ambil air wudhu untuk menentramkan diri kamu.

Saat emosi telah termonitor serta terkontrol dan memulai tenang, baru menjumpai beberapa anak untuk mengungkapkan apa yang kamu harapkan. Kemungkinan kamu ingin minta beberapa anak untuk membenahi mainan atau yang lain. Ingat ya, tidak boleh gunakan emosi saat memerintah, masih tetap tenang dan rileks.


3. Tidak boleh memberi agenda yang terlampau padat

Waktu orang tua memberi agenda yang terlampau padat ke beberapa anak, mereka akan merasa terhimpit dan terlampau lelah. Beberapa anak perlu waktu senggang seperti orang dewasa, maka beri mereka waktu senggang yang cukup buat bermain. Kamu dapat membaca macam rutinitas anak sama sesuai usia mereka supaya tidak keliru. Dengan begini orang tua akan jarang marah ke anak.


4. Sempatkan diri untuk istirahat

Tiap anak tentu berasa jemu saat kerjakan suatu hal sepanjang beberapa jam, sebagai orang tua juga begitu. Sama dengan kamu yang memerlukan istirahat saat mulai capek, beberapa anak perlu istirahat dan refreshing.

Bila anak kamu sedang kerjakan PR atau hal yang lain dan memulai capek, beri otak mereka waktu untuk istirahat. Tidak boleh terlampau dipaksanya karenanya bisa menjadi tekakan untuk mereka sendiri.


5. Main bersama anak

Bercakap-cakaplah dengan beberapa anak kamu, bahas apa yang mereka gemari dan apa yang tidak mereka gemari. Mainlah bersama mereka, entahlah itu main mobil-mobilan, naik sepeda, joging atau main boneka. Rasakan kedekatan hubungan diri kamu dengan beberapa anak pada peristiwa itu. 

6. Singkirkan HP kamu

Ponsel kadang benar-benar mengusik, saat kamu lebih tersibukkan oleh hp, anak kamu akan berasa tidak jadi perhatian. Itu akan membuat mereka berlagak yang menyebalkan dan akan membuat kamu emosi. Namun pada dasarnya mereka ingin perhatian dari orang tua.

Singkirkan apa saja yang merintangi kamu, lebih sering-seringlah berhubungan dengan anak saat kamu ada di dalam rumah, karena beberapa anak lebih memerlukan perhatian dari kamu. Khususnya saat malam hari, sesudah maghrib sampai jam tidur.


7. Ajari anak kamu untuk menolong bersihkan rumah

Bila anak kamu telah cukup besar, mulai mengajarkan mereka langkah bersihkan sekitaran rumah. Sapu, membereskan tempat tidur, membenahi mainan dan yang lain. Ini akan menahan marah ke anak kamu dan bisa mengajari pada beberapa anak mengenai semangat kerja.

Tidak ada yang prima, seluruh orang punyai emosi, tiap orang bisa saja alami hari yang jelek. Permasalahan akan ada saat kita biarkan emosi mengatur hidup kita, khususnya saat terkait dengan beberapa anak kita.

Sekian 7 cara terbaik yang bisa kamu kerjakan untuk beberapa anak kamu ialah jaga diri supaya marah ke anak. Selamat latihan, selalu kontrol emosi supaya tidak berlebihan.





Baca Juga:

Baca Juga:

Posting Komentar